MEMPEROLEH SERTIFIKAT PENDIDIKAN MELALUI SERTIFIKASI

f__mssemc_mediaf_3_image_pesanan_dsc00163_2_.JPG;Oleh : Drs. Wannef Jambak )*
Dalam waktu dekat ini jabatan guru sudah tidak bisa dianggap ‘enteng’ lagi. Julukan ‘Pahlawan tanpa tanda jasa’ yang entah siapa yang memberi julukan untuk para kuli ‘kapur’ itu segera akan sirna. Para guru nantinya tidak lagi naik sepeda ‘ kumbang’ seperti dalam lagu ‘Umar Bakri’ yang dinyanyikan Iwan Fals itu
lagi
.
Jangan heran kalau dalam waktu dekat ini, para guru akan naik mobil mewah ke sekolah. Karena bagi guru yang lulus sertifikasi maka gajinya akan bertambah sebesar gaji pokok. Ini artinya pendapatan guru akan bertambah, sehingga sejajar dengan profesi lainnya yang lebih duluan dianggap ‘wah’ oleh masyarakat. Inilah barangkali salahsatu kepedulian pemerintah terhadap guru yang sudah diatur dalam Undang-undang
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, dan Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan bahwa guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi, dan sertifikat pendidik. Sehubungan dengan hal tersebut Menteri Pendidikan Nasional menetapkan Peraturan Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi bagi Guru Dalam Jabatan.

Saat ini ribuan guru di Indonesia tengah menunggu hasil sertifikasi yang telah dijanjikan oleh pemerintah tersebut. Berkas fortofolio yang telah disi oleh guru sesuai dengan petunjuk dari Tim sertifikasi Guru Dalam Jabatan Tahun 2007 sudah dilaksanakan. Kini para guru yang beruntung bisa ikut sertifikasi dalam jabatan tahun 2007 itu, tengah menunggu nasibnya. Apakah lulus sertifikasi atau tidak, atau bila tidak lulus akan mendapatkan pelatihan sampai sang guru itu lulus sertifikasi. Atau harus naik ‘sepeda kumbang’ lagi kesekolah.

untuk mengatur pelaksanaan uji kompetensi guru tersebut
Tim Sertifikasi Guru Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan Direktorat Jenderal Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PMPTK) serta pihak lain telah mencoba membuat Pedoman Sertifikasi bagi Guru dalam Jabatan dan Instrumen Portofolio beserta perangkatnya. Pada instrumen portofolio inilah para guru dituntut untuk menmgisi data serta pengalaman-pengalaman yang telah dilaksanakannya, baik itu relevan atau tidak dengan jabatannya sebagai guru tetap ada penilaiannya. Namun yang jelas Uji kompetensi tersebut dilakukan melalui penilaian portofolio untuk memperoleh sertifikat pendidik

Portofolio tersebut merupakan bukti fisik (dokumen) yang menggambarkan pengalaman berkarya/prestasi yang dicapai dalam menjalankan tugas profesi sebagai guru dalam interval waktu tertentu. Dokumen ini terkait dengan unsur pengalaman, karya, dan prestasi selama guru yang bersangkutan menjalankan peran sebagai agen pembelajaran (kompetensi kepribadian, pedagogik, profesional, dan sosial).

Dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI No. 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi bagi Guru dalam Jabatan, komponen portofolio meliputi: (1) kualifikasi akademik, (2) pendidikan dan pelatihan, (3) pengalaman mengajar, (4) perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran, (5) penilaian dari atasan dan pengawas, (6) prestasi akademik, (7) karya pengembangan profesi, (8) keikutsertaan dalam forum ilmiah, (9) pengalaman organisasi di bidang kependidikan dan sosial, dan (10) penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan.

Kualifikasi akademik yaitu tingkat pendidikan formal yang telah dicapai sampai dengan guru mengikuti sertifikasi, baik pendidikan gelar (S1, S2, atau S3) maupun nongelar (D4 atau Post Graduate diploma), baik di dalam maupun di luar negeri. Bukti fisik yang terkait dengan komponen ini dapat berupa ijazah atau sertifikat diploma.
Pendidikan dan Pelatihan yaitu pengalaman dalam mengikuti kegiatan pendidikan dan pelatihan dalam rangka pengembangan dan/atau peningkatan kompetensi dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik, baik pada tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, nasional, maupun internasional. Bukti fisik komponen ini dapat berupa sertifikat, piagam, atau surat keterangan dari lembaga penyelenggara diklat.
Pengalaman mengajar yaitu masa kerja guru dalam melaksanakan tugas sebagai pendidik pada satuan pendidikan tertentu sesuai dengan surat tugas dari lembaga yang berwenang (dapat dari pemerintah, dan/atau kelompok masyarakat penyelenggara pendidikan). Bukti fisik dari komponen ini dapat berupa surat keputusan/surat keterangan yang sah dari lembaga yang berwenang.
Perencanaan pembelajaran yaitu persiapan mengelola pembelajaran yang akan dilaksanakan dalam kelas pada setiap tatap muka. Perencanaan pembelajaran ini paling tidak memuat perumusan tujuan/kompetensi, pemilihan dan pengorganisasian materi, pemilihan sumber/media pembelajaran, skenario pembelajaran, dan penilaian hasil belajar. Bukti fisik dari sub komponen ini berupa dokumen perencanaan pembelajaran (RP/RPP/SP) yang diketahui/ disahkan oleh atasan.
Pelaksanaan pembelajaran yaitu kegiatan guru dalam mengelola pembelajaran di kelas. Kegiatan ini mencakup tahapan pra pembelajaran (pengecekan kesiapan kelas dan apersepsi), kegiatan inti (penguasaan materi, strategi pembelajaran, pemanfaatan media/sumber belajar, evaluasi, penggunaan bahasa), dan penutup (refleksi, rangkuman, dan tindak lanjut). Bukti fisik yang dilampirkan berupa dokumen hasil penilaian oleh kepala sekolah dan/atau pengawas tentang pelaksanaan pembelajaran yang dikelola oleh guru dengan format terlampir.
Penilaian dari atasan dan pengawas yaitu penilaian atasan terhadap kompetensi kepribadian dan sosial, yang meliputi aspek-aspek: ketaatan menjalankan ajaran agama, tanggung jawab, kejujuran, kedisiplinan, keteladanan, etos kerja, inovasi dan kreativitas, kemamampuan menerima kritik dan saran, kemampuan berkomunikasi, dan kemampuan bekerjasama dengan menggunakan Format Penilaian Atasan terlampir.
Prestasi akademik yaitu prestasi yang dicapai guru, utamanya yang terkait dengan bidang keahliannya yang mendapat pengakuan dari lembaga/panitia penyelenggara, baik tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, nasional, maupun internasional. Komponen ini meliputi lomba dan karya akademik (juara lomba atau penemuan karya monumental di bidang pendidikan atau nonkependidikan), dan pembimbingan teman sejawat dan/atau siswa (instruktur, guru inti, tutor, atau pembimbing). Bukti fisik yang dilampirkan berupa surat penghargaan, surat keterangan atau sertifikat yang dikeluarkan oleh lembaga/panitia penyelenggara.
Karya pengembangan profesi yaitu suatu karya yang menunjukkan adanya upaya dan hasil pengembangan profesi yang dilakukan oleh guru. Komponen ini meliputi buku yang dipublikasikan pada tingkat kabupaten/kota, provinsi, atau nasional; artikel yang dimuat dalam media jurnal/majalah/buletin yang tidak terakreditasi, terakreditasi, dan internasional; menjadi reviewer buku, penulis soal EBTANAS/UN; modul/buku cetak lokal (kabupaten/kota) yang minimal mencakup materi pembelajaran selama 1 (satu) semester; media/alat pembelajaran dalam bidangnya; laporan penelitian tindakan kelas (individu/kelompok); dan karya seni (patung, rupa, tari, lukis, sastra, dll). Bukti fisik yang dilampirkan berupa surat keterangan dari pejabat yang berwenang tentang hasil karya tersebut.
Keikutsertaan dalam forum ilmiah yaitu partisipasi dalam kegiatan ilmiah yang relevan dengan bidang tugasnya pada tingkat kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, nasional, atau internasional, baik sebagai pemakalah maupun sebagai peserta. Bukti fisik yang dilampirkan berupa makalah dan sertifikat/piagam bagi nara sumber, dan sertifikat/piagam bagi peserta.
Pengalaman organisasi di bidang kependidikan dan sosial yaitu pengalaman guru menjadi pengurus, dan bukan hanya sebagai anggota di suatu organisasi kependidikan dan sosial. Pengurus organisasi di bidang kependidikan antara lain pengawas, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, ketua jurusan, kepala lab, kepala bengkel, kepala studio, ketua asosiasi guru bidang studi, asosiasi profesi, dan pembina kegiatan ekstra kurikuler (pramuka, drumband, mading, karya ilmiah remaja-KIR). Sedangkan pengurus di bidang sosial antara lain menjabat ketua RW, ketua RT, ketua LMD, dan pembina kegiatan keagamaan. Bukti fisik yang dilampirkan adalah surat keputusan atau surat keterangan dari pihak yang berwenang.
Penghargaan yang relevan dengan bidang pendidikan yaitu penghargaan yang diperoleh karena guru menunjukkan dedikasi yang baik dalam melaksanakan tugas dan memenuhi kriteria kuantitatif (lama waktu, hasil, lokasi/geografis), kualitatif (komitmen, etos kerja), dan relevansi (dalam bidang/rumpun bidang), baik pada tingkat kabupaten/kota, provinsi, nasional, maupun internasional. Bukti fisik yang dilampirkan berupa fotokopi sertifikat, piagam, atau surat keterangan.
Upaya peningkatan mutu pendidikan dengan meningkatkan mutu guru oleh pemerintah melalui sertfikasi guru dalam jabatan ini patut kita dukung sehingga guru secara tidak langsung berlomba untuk meningkatkan kwalitasnya masing-masing, bahkan guru akan semakin kreatif, untuk mendapatkan sertifikat guru. Dengan demikian apa yang diharapkan pemerintahuntuk mencerdaskan bangsa akan bisa terwujud. )* Drs. Wannef Jambak, adalah Guru SMP Negeri 2 Sirandorung Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, dan saat ini termasuk peserta Sertifikasi dari Kabupaten Tapanuli Tengah.

Alamat Pak Wannef Jambak:
Jl. Dr. Sutomo Kompleks Perumnas ”Tanjung Permai” Blok B. No. 27
Barus, Tapanuli Tengah, Sumut.
Tel. Rumah : 0638 510203
HP : 0813 6239 8884
e-mail : wannef_jambak@yahoo.com
website : http://www.wannefjambak.wordprtess.com

About these ads

6 responses to “MEMPEROLEH SERTIFIKAT PENDIDIKAN MELALUI SERTIFIKASI

  1. Fenomena yang terjadi sekarang dengan adanya sertifikasi guru pada khususnya. saya melihat bukan lagi mengejar kualitas akademik atau pelatihan tapi yang dikejar sekarang adalah kuantitas agar memenuhi sarat untuk sertifikasi termasuk mendapatkan piagam, sertifikat atau yang lainnya. Dan bahkan banyak teman-teman guru karena sertifikat tersebut rela meninggalkan anak didiknya 1 sampai 2 hari.. Sekarang solusinya gimana…….. padahal semua guru bahkan saya kepingin sekali merubah nasib dengan mendapatkan sertifikat profesi…..
    saya juga sebagai sbg seorang guru yg boleh dikatakan guru yang baru krn baru 3 thn mnjadi seorg guru. sekarang saya lagi mengikuti program pascasarjana namun jurusan yang aku ikuti tidak relefan dengan kependidikan. apakah ijasah pascasarjana saya nanti mempunyai nilai penghargaan dalam sertifikasi dan kalau memang ada berapa pointnya????

  2. tolong pengumuman pelatihan srtifikasi guru tahap pertama diumumkan di internet

  3. Assalamualaim bang,apa kabar dah lama gak gak datang kabarnya,ada sehatkan..masih ingatkan sama aku ,Hasby dari pasaman barat…mantap tulisan abang ini kulihat….

  4. maaf pak menangapi tulisan bapak dan fenomena yang ada di Indonesia mang dirasa menguntungkan dengan adanya sertifikasi ini, akan tetapi iklim indonesia terkadang menjadikan uang sebagai tujuan utama. saya mahasiswa FKIP Unila sat ini sedang skripsi, cuma saya msh binggung dgan ulah para guru yang berbondong2 mencari SERTIFIKAT. menurut bapak kira-kira apa dampak sertifikasi ini bagi siswa dan perkembangan pendidikan Indonesia?

    perubahan sistem yang nantinya diharapkan aklan mjdi sebuah paradigma baru bagi seluruh masyarakat guna menghadapi Globalisasi.
    makasih untuk jawaban bapak

  5. Great website. Are you attempting to play with my rare refugee I have a joke for you =) What goes “Tick tock, woof woof”? A watch dog.

  6. Trimakasih saya sampaikan kepada Pak Guru karena jasa mu semoga dengan pengabdianmu dapat berguna bagi masyarakat khususnya masyarakat Kec.Sirandorung, apa yang pak guru uraikan diatas adalah sudah sepantasnya didapatkan oleh guru-guru sekarang ini tentu bukan berarti guru-guru yang dahulu tidak pantas menerimanya, tapi APBN pemerintah pusat mampu untuk hal itu dan bahkan karena kemajuan tekhnologi sekarang ini semua kebutuhan dimana-mana serba mahal-mahal dan memang harus perlu perbaikan kehidupan dari kehidupan yang dahulu, dan tentu guru tidak berbeda dengan aparat / pejabat negara lainnya dimana yang nota bene mereka itu berpenghasilan lebih dibandingkan dengan guru bukan berarti melecehakan gaji guru memang itulah kenyataan.
    Sekian dahulu apabila komentar ini kurang berkenan mohon dimaafkan dan saya tetap hormat pada Guru terlebih mantan Guru saya mulai dari SD Sampang Maruhur,dan SMP Negeri 2 Bondarsihudon (dahulu) sekarang saya kurang tau menjadi SMP apa, akhir kata salam horas semuanya.
    Arasmin Simamora, Domisili Malang Jawa Timur, sekarang di Kalimantan Timur.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s